Tips Mempercepat Loading Website: 3 Fundamental Bikin Website Ngebut!

1 min read

tips mempercepat loading website

Untuk pengguna WordPress, tips mempercepat loading website ini bisa Anda gunakan sebagai panduan agar pagespeed website kencang.

Tahun 2010, Google mengumumkan bahwa kecepatan web (page speed) adalah ranking factor pada mesin pencari.

Selanjutnya, di tahun 2017 Google kembali menegaskan betapa pentingnya page speed dengan diluncurkannya “Mobile-First Pages

Maka faktanya memang penting!

Yang harus digarisbawahi: loading website itu pengaruhnya besar untuk SEO — saking pentingnya, Kissmetrics membuat infografik yang membedah “kepentingan” page speed.

Berapa Skor Kecepatan Website yang Baik?

100/100 di seluruh tools.

Kalau skor website Anda 100/100, saya ucapkan selamat karena, website Anda jelek!

Score 100/100 itu tidak realistis — mengada-ada — sudah pasti tidak menarik karena nol fitur.

Terkait skor pagespeed yang baik, kita akan mengacu ke PageSpeed Insights:

“A score of 90 or above is considered good. 50 to 90 is a score that needs improvement, and below 50 is considered poor.”

  • Apabila skor di atas 90 = Blog Anda teroptimasi dengan baik — bagus.
  • Jika skor 50 – 90 = Improvisasi perlu dilakukan — baca artikel ini lebih lanjut.
  • Sementara skor di bawah 50 = Anda punya pekerjaan rumah besar — baca dan praktekkan isi artikel ini.

Cara Mempercepat Loading Website: Tips + 3 Fundamental

Kalau Anda belum tahu kecepatan website saat ini, gunakan tools di bawah ini untuk mengeceknya:

Catatan: tools cek kecepatan web di atas tidak punya lokasi tes server yang dekat dengan Indonesia. Artinya: page load time tidak bisa jadi tolok ukur utama.

Tools yang paling umum web Indonesia adalah GTmetrix dan Pingdom — saran terbaik: gunakan kedua tools itu dan gunakan tools lainnya sebagai pembanding.

Hindari Pemakaian Plugin yang Tidak Perlu

Kalau Anda pakai WordPress CMS, maka rekomendasi plugin mempercepat WordPress ini sudah lebih dari cukup:

  • SEO plugins : pilih salah satu — Yoast, All In One SEO, SEO Framework, atau Rank Math.
  • Plugin keamanan: pilih salah satu — Loginizer, WordFence, dll.
  • Plugin tambahan/ekstra: ini yang harus Anda kurangi semaksimal mungkin — kalau bisa dilakukan manual (tanpa plugin), sebaiknya tidak perlu install plugin.

Terlalu banyak menggunakan plugin, berarti siap mengambil resiko membuat website lemot. Karena itu gunakan seperlunya. Rekomendasi plugin WordPress di atas sudah cukup.

Pakai Tema WordPress yang Ringan

Memilih tema WordPress yang tepat, sempurna, dan cocok untuk website Anda, itu sebuah seni. Sebaiknya, ikuti saran dari WP Beginner:

  • Pilih tema yang sederhana
  • Wajib responsif
  • Kompatibilitas browser (tanpa terkecuali)
  • Mendukung pemakaian plugin populer
  • Multibahasa
  • Mendukung pemakaian Page Builders (DIVI, Elementor, WP Bakery, dkk)
  • SEO Friendly
  • Direkomendasikan blogger/influencer + banyak rating positif

Dari kualifikasi di atas, ada tiga rekomendasi tema yang bisa Anda pakai, yaitu:

Optimasi Gambar (Kompres, Perkecil)

Dimensi, resolusi, dan ukuran (size) gambar harus sekecil mungkin — dengan catatan: tidak mencederai kenyamanan pengunjung (gambar masih terlihat jelas dan tidak buram).

600×400 px adalah resolusi yang paling aman tanpa mencederai kenyamanan.

Gunakan bantuan plugin:

Jangan lupa: aktifkan fitur Lazy Load Images and Videos — plugin gambar di atas, rata-rata sudah menyertakan fitur ini. Semisal plugin yang Anda pakai tidak punya fitur ini, ganti saja.

Penutup

Banyak sekali cara mempercepat website WordPress dan plugin mempercepat website yang belum disebutkan pada artikel ini, seperti:

  • Menggunakan plugin caching (seperti: WP Rocket, W3 Total Cache, LiteSpeed Cache, dll)
  • Menggunakan CDN atau CloudFlare
  • Memodifikasi Cpanel
  • Minify, Javascript compression
  • Membersihkan kode dan script yang tidak terpakai

Tapi, tiga tips mempercepat loading website di atas, sudah sangat powerful jika Anda menerapkannya dengan benar dan tertata.