Panduan Optimasi SEO Youtube Terbaru 2021

1 min read

optimasi seo youtube

“Youtube search engine? Berarti ada SEO Youtube, dong?”

Tepat sekali.

Forbes menyebut Youtube adalah mesin pencari. Dibuat tahun 2005 oleh tiga karyawan Paypal, Youtube bukan cuma platform penyimpanan video.

Karena merupakan search engine, ada optimasi yang bisa Anda lakukan dengan tujuan: video banyak ditonton dan channel banyak subscribers.

Kalau itu tujuan Anda main Youtube, artikel ini cocok Anda baca (isinya relevan Anda bisa langsung praktek).

SEO Youtube: 4 Hal yang Membuat Video Banyak Penonton

Keempat hal ini adalah fundamental. Kalau Anda main Youtube, apapun fokus dan tujuannya, simpan fundamental ini sebagai pondasi.

Optimasi Metadata: Harus Relevan, Jangan Ngasal!

“Metadata itu apa sih? Kayaknya ribet banget!?”

Hanya istilah, kok.

Metadata menurut Sharp Eye Animator (Award-winning animated video production company) adalah:

“YouTube metadata is just a fancy way to explain the titles, descriptions, tags, cards, thumbnails and captions of your videos. They can be added while you’re uploading your videos, and you can edit them anytime afterward.”

Metadata Youtube berarti:

  1. Judul video
  2. Deskripsi video
  3. Tag video
  4. Cards video (notasi ketika video ditonton)
  5. Thumbnail (kalau di blog, namanya: featured image)
  6. Captions (teks terjemahan/teks petunjuk dukungan untuk diaktifkan penonton).

Keenam metadata di atas harus Anda optimasi agar tercipta sebuah video yang teroptimasi SEO-nya dengan baik.

Riset Keyword dan Niche: Penting Sekali!

Urutannya begini:

Tentukan fokus Niche Youtube Anda > Riset kata kunci fokus Niche.

Agak mirip seperti riset keyword untuk blog/website, bedanya adalah: Anda harus benar-benar terlihat seperti channel yang fokus di Niche tertentu.

Lihat channel Gadgetin (deskripsi di halaman About Us Gadgetin: Channel ini khusus membahas gadget-gadget dalam bahasa Indonesia).

Dibuat 7 Desember 2014, video Gadgetin sudah ditonton lebih dari 1,285,155,244 kali.

Hal-hal yang bisa kita ambil:

  1. Sejak awal sudah fokus bahas Gadget terus; video awal Gadgetin adalah review ponsel Xiaomi Mi3.
  2. Mengandalkan “TREND” sebagai tools riset keyword SEO Youtube.
  3. Konsisten dengan Niche = pasti terbayar dengan “Channel Authority”

Baca Juga : Cara Riset Keyword SEO Mudah dan Anti Ribet

Judul dan Deskripsi Video: Harus Sesuai Target Keyword!

Untuk channel Youtube besar seperti Gadgetin, membuat judul dan deskripsi video yang SEO tidak sepenting itu.

Untuk channel Youtube baru, hal ini penting, lho — jangan diremehkan.

Sertakan target keywords di judul video (kalau bisa di awal kalimat).

Contoh: target keywords adalah “hosting terbaik“, maka bisa buat judul:

  1. Hosting Terbaik tahun 2021 Untuk Blogger
  2. Blogger Harus Pilih Hosting Terbaik Ini!
  3. 5 Piihan Hosting Terbaik Untuk Blogger

Dari tiga judul di atas, nilai SEO Youtube tertinggi ada pada judul nomor satu (karena keywords ada di awal).

Untuk deskripsi, pastikan ada target kata kunci di 100 kata pertama.

Brian Dean dari Backlinko menyarankan untuk tulis (setidaknya) 200 kata untuk deskripsi video yang teroptimasi.

Kualitas Video: Penting, Tapi Jangan Jadikan Tujuan Utama

Youtube sekarang menuntut creator menyajikan kualitas video yang bagus agar enak ditonton. Bahkan, Alan Spicer (YouTube Certified Expert & Consultant) menyarankan untuk upload video beresolusi 4K.

Lupakan saran Alan Spicer.

Kualitas video memang penting, tapi..

.. pertanyaannya, apakah semakin bagus kualitas video, semakin bagus pula performa video yang kita upload?

Nggak juga.

Lihat video pertama channel Youtube Gadgetin. (1) Kualitas suara hancur (2) resolusi video jelek (3) Optimasi metadata seadanya.

Jangan terpaku pada kualitas video. Lebih baik fokus ke: ultra-fokus niche, buat konten (video) yang selalu relevan, ikuti tren sesuai niche (bukan tren general, lho).

Penutup

SEO Youtube 2021 semakin ramai dan banyak pemain. Bahkan, banyak blogger yang migrasi ke Youtube (contoh: Mas Timon). Ini bukan kekurangan, lho, ini penanda kalau Youtube lebih baik dari Blogging — bukan dari TV.